Kesehatan Remaja

Dampak FGM Terhadap Kesehatan Wanita

Posted by | Kesehatan Remaja, Kesehatan Seksual, Kesehatan Wanita, Sistem Reproduksi | No Comments

HDI-ers, dalam rangka memperingati Hari Intoleransi Terhadap Mutilasi Organ Intim Wanita Internasional, hari ini, 6 Februari 2017, Hello Doctor ingin mengajak Anda pada pembahasan mengenai dampak Female Genital Mutilation (FGM) atau Mutilasi Organ Intim Wanita ditinjau dari segi kesehatan.

Seperti kita telah ketahui, di dunia terdapat beberapa negara yang sebagian masyarakatnya mempraktikkan FGM pada remaja putri hingga wanita dewasa. Praktik FGM diterapkan di beberapa negara karena campuran faktor budaya, agama dan sosial dalam keluarga dan masyarakat.

Siapa saja yang berisiko mengalami FGM?

Prosedur FGM sebagian besar dipraktikkan pada gadis-gadis muda belia, terkadang antara bayi dan usia 15 tahun dan kadang-kadang pada wanita dewasa. Di Afrika, lebih dari tiga juta anak wanita telah diperkirakan berada pada risiko FGM per tahunnya.

Lebih dari 125 juta remaja putri dan wanita yang hidup saat ini telah dipotong organ intimnya di 29 negara di Afrika dan Timur Tengah di mana FGM terkonsentrasi.

Praktik FGM ini paling umum terjadi di wilayah barat, timur dan utara-timur Afrika, di beberapa negara Asia dan Timur Tengah dan di antara para masyarakat pendatang dari daerah-daerah tersebut.

Prosedur

FGM diklasifikasikan menjadi empat jenis prosedur utama, yakni:

  • Klitoridektomi: pengangkatan klitoris secara parsial/sebagian atau total/keseluruhan (bagian dari organ intim wanita yang kecil, sensitif dan dapat berereksi) dan dalam beberapa kasus yang sangat jarang terjadi, hanya preputium atau kulup (lipatan kulit di sekitar klitoris).
  • Eksisi: penghilangan atau pengangkatan secara parsial/sebagian atau total/seluruh klitoris dan labia minora (bibir kecil), dengan atau tanpa eksisi labia majora (labia majora adalah “bibir besar” yang mengelilingi V).
  • Infibulasi: penyempitan lubang V melalui pembentukan segel penutup. Segel dibentuk dengan memotong dan reposisi bagian dalam atau luar labia (bibir), dengan atau tanpa pengangkatan klitoris.
  • Lainnya: semua prosedur berbahaya lainnya terhadap alat kelamin wanita untuk tujuan non-medis, misalnya menusuk, menindik, mengiris, menggores dan membakar area genital.

Tidak bermanfaat dan berbahaya bagi kesehatan

FGM tidak bermanfaat bagi kesehatan dan malah merugikan gadis belia dan wanita dewasa dalam banyak hal. Ini melibatkan pengangkatan dan perusakan organ intim wanita yang sehat dan normal dan mengganggu fungsi alami tubuh mereka.

Komplikasi mendadak yang diderita korban FGM, di antaranya, sakit parah, syok, perdarahan, tetanus atau sepsis (infeksi bakteri), retensi air seni, luka terbuka di daerah organ intim dan cedera jaringan organ intim di dekatnya.

Dampak jangka panjangnya di antaranya:

  • Infeksi berulang kandung kemih dan saluran kemih;
  • Kista;
  • Infertilitas atau kemandulan;
  • Peningkatan risiko komplikasi persalinan dan kematian bayi saat lahir;
  • Kebutuhan untuk operasi nantinya. Misalnya, prosedur FGM yang jenis segel atau penyempitan pembukaan V (tipe 3 di atas) harus dipotong terbuka kemudian untuk memungkinkan hubungan intim dan melahirkan. Kadang-kadang dijahit lagi beberapa kali, termasuk setelah melahirkan, maka wanita itu harus melalui prosedur operasi pembukaan dan penutupan yang harus diulang.

Pada akhirnya, WHO (World Health Organization) menyatakan bahwa FGM juga melanggar hak asasi manusia (HAM) sehingga organisasi kesehatan dunia itu pun telah melakukan banyak upaya untuk menghentikan praktik FGM di berbagai negara di dunia.

Artikel ini telah ditelaah dan disetujui oleh dr. Joyce Sopacua dari Hello Doctor Indonesia.

 

pendidikan-seputar-reproduksi-untuk-anak

Pendidikan Seputar Reproduksi untuk Anak

Posted by | Kesehatan Anak, Kesehatan Bayi, Kesehatan Remaja, Kesehatan Seksual, Pendidikan, Penyakit Menular, Penyakit Menular Seksual, PMS, Sistem Reproduksi | No Comments

Dalam rangka Hari Peringatan Anak Perempuan Internasional pada tanggal 11 Oktober 2016 ini dan sehubungan dengan kian maraknya kasus kriminal pelecehan atau kekerasan seksual terhadap anak-anak baru-baru ini di tanah air, Hello Doctor ingin mengajak Anda membahas seputar pendidikan reproduksi bagi anak-anak. Perlukah kita sebagai orangtua membahas masalah ini dengan buah hati kita sedini mungkin? Simak hingga akhir ulasan.

Bila Anda masih bertanya mengenai pentingnya berbicara masalah reproduksi dengan anak-anak kita, banyak psikolog anak yang menjawab, YA, penting sekali. Terutama di era teknologi tinggi seperti sekarang ini, di mana anak-anak bahkan dapat mengakses banyak informasi tentang hubungan romantis dan intim lewat TV dan internet, sehingga saat mereka beranjak remaja dan mencapai masa puber, mereka bisa saja mendapatkan ide-ide baru mengenai semua itu. Oleh karena itu, justru penting bagi para orangtua untuk membicarakan masalah reproduksi dengan buah hati mereka sedini mungkin, demi mencegah risiko-risiko yang tidak diinginkan di kemudian hari.

Anda merasa topik tentang reproduksi ini terlalu tabu untuk dibicarakan dengan anak Anda, atau Anda menunggu hingga mereka beranjak dewasa atau bahkan menunggu mereka sendiri yang bertanya pada Anda? JANGAN. Hari di mana mereka bertanya masalah itu tidak akan pernah datang, khususnya jika anak Anda memang tidak tahu bahwa masalah itu memang penting untuk dibicarakan bersama. Jangan tunda hingga semuanya terlambat!

Usia lahir hingga dua tahun

Tahukah Anda, bahwa anak-anak semenjak mereka lahir pun adalah makhluk seksual? Apa maksudnya? Bayi yang baru lahir pun merasa penasaran dengan tubuh mereka sendiri dan akan kerap menyentuh bagian intim mereka saat sedang dimandikan atau selama popok mereka sedang diganti, bahkan, bayi laki-laki akan mengalami ereksi secara rutin. Batita belum punya rasa malu dan dapat melakukan masturbasi secara terbuka, dan ini risiko yang harus dicegah oleh para orangtua.

Apa kiatnya?

Jika batita Anda kerap menyentuh atau meraba-raba kemaluan mereka sendiri terutama di depan umum, sebaiknya Anda mulai mengingatkan mereka secara halus untuk menjauhkan tangan mereka dari rok atau celana mereka. Katakan bahwa tangan mereka tidak selalu bersih dan dapat mengotori kemaluan mereka yang sensitif, juga katakan bahwa itu bukan kebiasaan yang baik, terutama di depan umum.

Bahkan, untuk mencegah kejadian di atas, Anda perlu mengajarkan pada buah hati Anda sedini mungkin mengenai nama-nama anggota tubuh mereka, termasuk bagian intim. Anda dapat mengajarkannya saat sedang memandikan mereka dan sebaiknya jangan menyebutkan organ intim mereka dengan julukan.

Usia tiga hingga lima tahun

Di usia ini, anak-anak tak hanya penasaran dengan tubuh mereka sendiri, tapi juga mulai merasa penasaran dengan bagian tubuh orang lain. Misalnya, saat anak lelaki Anda sedang buang air kecil di toilet umum dan melihat kemaluan anak kecil lainnya di sana, biasanya ia akan bertanya dan membandingkan kemaluannya dengan anak lainnya tersebut. Risikonya di usia ini, bila mereka tidak diberitahukan informasi yang sebenarnya, mereka akan mengarang cerita dan menjelaskan semuanya sendiri.

Apa kiatnya?

Anak balita akan mulai bertanya darimana bayi berasal. Anda memang disarankan untuk selalu jujur pada buah hati Anda, tapi usahakan untuk menyederhanakan semua cerita dengan bahasa yang lebih sederhana pula, seperti “bayi berasal dari sebuah bibit dari ayah dan sebuah telur dari ibu yang ketika saling bertemu akan bertumbuh di dalam sebuah tempat istimewa di dalam perut ibu yang dinamakan rahim.” Sebagian anak akan puas dengan jawaban itu, sebagian lain akan terus bertanya. Tenang saja, itu normal. Usahakan agar penjelasan Anda pada si kecil tetap pada “jalurnya”.

Satu lagi, bila balita Anda bermain dokter-dokteran dengan anak lainnya dan mulai saling menyentuh bagian intim, segera ingatkan mereka secara halus – jangan dimarahi – bahwa apapun yang terjadi, bagian intim mereka adalah sesuatu yang bersifat pribadi, tidak boleh disentuh siapapun kecuali diri sendiri, orangtua dan dokter mereka untuk alasan KESEHATAN dan KEBERSIHAN. Ingatkan juga agar mereka tidak menyentuh organ intim orang lain. Anda bisa mengalihkan perhatian mereka kepada hal lain yang lebih menarik, seperti kue atau susu.

Usia 6 hingga 12 tahun

Di usia ini, orangtua mulai harus bersiap untuk menjelaskan pada buah hati mereka mengenai masa puber. Untuk anak perempuan, orangtua sangat disarankan untuk membahas tentang siklus haid atau menstruasi sebelum mereka mencapai masa puber. Bila tidak mengerti, anak perempuan akan merasa terkejut setengah mati melihat darah berceceran pada menstruasi pertama mereka. Perlu Anda ketahui, setiap anak adalah berbeda. Normalnya, anak perempuan mendapat haid pertama mereka di usia 12 atau 13 tahun (2 hingga 2.5 tahun setelah dimulainya masa puber), ada juga yang mendapat haid di usia dini, yakni 6-12 tahun, atau bahkan terlambat, seperti pada usia 16 tahun. Pada umumnya, anak lelaki memulai masa puber mereka lebih belakangan daripada anak perempuan, biasanya pada usia sekitar 10 atau 11 tahun.

Anak-anak biasanya akan mendapat pelajaran tentang pubertas ini di sekolah, seperti perubahan ukuran payudara dan pinggul pada anak perempuan dan ereksi serta perubahan suara pada anak lelaki. Namun, penting bagi mereka untuk saling mengetahui perubahan fisik masing-masing dan Anda dapat meminta wali kelas mereka untuk membahas rencana pelajaran ini dengan mereka, atau Anda bisa meninjau kembali pelajaran tentang reproduks itu sepulang mereka dari sekolah.

Pastikan Anda juga mengingatkan anak remaja Anda bahwa semua gejala pubertas – jerawat, mimpi basah, pertumbuhan payudara, menstruasi, rambut kemaluan, perubahan suara, dll. adalah NORMAL. Semua anak akan mengalami hal yang sama, meski pada waktu yang mungkin berbeda.

Anak Anda mungkin akan merasa segan bertanya, tapi bila ya, biasanya mereka akan bertanya tentang hubungan intim, karena hasrat dan gairah mereka yang mulai bergejolak. Ingatkan mereka bahwa hubungan intim akan membuat anak perempuan hamil, dan hubungan intim oral akan menyebabkan PMS (Penyakit Menular Seksual) yang akan membahayakan kesehatan dan tentunya tidak diinginkan.

Kiat berbicara dengan anak remaja Anda

Seperti kita ketahui, memang tidak mudah bagi kita para orangtua untuk membahas masalah yang masih dianggap tabu di negara ini, tapi bila bukan Anda, siapa lagi? Anda berhak menegaskan pada anak remaja Anda tentang semua harapan Anda terhadap mereka di masa depan. Menghamili atau dihamili anak orang lain tentu bukan masa depan yang diinginkan setiap remaja dan keluarganya, bukan? Oleh karena itu, beranikan diri, ajak anak remaja Anda duduk bersama, usahakan suasananya tetap akrab (misalnya di taman, sehingga Anda tidak memerlukan kontak mata saat berbicara dengan anak Anda).

Masih belum percaya diri juga atau merasa belum cukup mengetahui pembahasan tentang pendidikan seksual untuk anak? Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan seorang dokter atau psikolog anak tepercaya.

Dapatkan selalu informasi kesehatan terkini lainnya dari Hello Doctor Indonesia. Pastikan juga Anda berlangganan aplikasi Hello Doctor untuk mendapatkan fasilitas konsultasi langsung dengan dokter kompeten dan tepercaya selama 24 jam, kapan saja dan di mana saja. Untuk info lebih lanjut, kunjungi www.hellodoctor.co.id atau segera hubungi *500*67# (bagi penggunaTelkomsel) dan *123*767# (bagi pengguna XL).

Artikel ini telah ditelaah dan disetujui oleh dr. Joyce Sopacua dari Hello Doctor Indonesia.

Jika Anak Anda Pelaku Bullying

Jika Anak Anda Pelaku Bullying

Posted by | Depresi, Gaya Hidup, Kesehatan Anak, Kesehatan Emosi, Kesehatan Mental, Kesehatan Remaja, Pendidikan, Psikiatri, Stres | No Comments

Pertanyaan ini pasti sudah sering terbersit di pikiran hampir semua orangtua: apakah anak saya menjadi korban bullying? Mungkin oleh guru yang kasar, permainan di taman bermain yang juga kasar, kejahatan sesama siswa di sekolah tingkat atas atau posting parah di media sosial. Meskipun tidak selalu dialami oleh setiap anak, bullying (penindasan) kini semakin sering terjadi, sehingga cukup mengkhawatirkan dan untungnya, semakin banyak pula sumber-sumber yang dapat memberi saran dan bantuan bagi para orangtua yang anaknya menjadi korban bullying. Namun, di sisi lain, sekarang kita dihadapkan lagi oleh pertanyaan sulit lainnya:

Bagaimana bila anak kita lah yang menjadi pelaku bullying?

Ini adalah sebuah mimpi yang sama buruknya dengan menjadi korban bullying: bagaimana bila anak Anda lah yang justru menyebabkan kesedihan dalam hidup seseorang? Reaksi pertama Anda mungkin terkejut dan tidak percaya – wajar saja, kita semua lebih suka selalu berpikir positif tentang anak-anak kita, bukan? Ini mungkin juga dapat menjelaskan mengapa anak-anak pelaku bullying kerap terlihat lebih menarik bagi orang-orang dewasa.

Apakah ciri-ciri anak pelaku bullying

Bagaimana caranya mengenali anak-anak yang berpotensi melakukan bullying atau penindasan terhadap teman-temannya yang lebih lemah atau muda? Pertama, perhatikan bagaimana ia berinteraksi dengan anak-anak lainnya. Berikut ini adalah beberapa tandanya. Seorang pelaku bullying biasanya:

  • suka mendominasi anak lainnya
  • mendapat kepuasan dari rasa takut atau sakit anak lainnya
  • menutupi perilakunya dari orang / pihak yang berwenang, seperti guru, mentor, atau bahkan orangtua
  • menyalahkan orang lain atas semua masalah yang dihadapinya
  • mudah merasa frustasi

Hal yang dapat kita lakukan

Jika pola atau gejala di atas sudah mulai terlihat pada anak Anda, segeralah bertindak. Jika pihak sekolah menghubungi Anda karena masalah ini, jangan panik dulu. Temui staf sekolah untuk mengetahui apa yang benar-benar terjadi. Bekerja sama lah dengan mereka untuk mengubah perilaku bullying anak Anda ke arah yang lebih positif. Jika anak Anda sering menyaksikan atau mengalami pola kemarahan dan perilaku kasar di rumah, wajar saja ia berperilaku demikian di sekolah atau lingkungan luar lainnya. Perhatikan dan catat apa saja yang anak Anda sedang alami (di mana pun ia berada) dan jika relevan, cobalah untuk mengubahnya. Berikut adalah beberapa kiat praktis yang dapat membantu Anda:

  • jika anak Anda mem-bully teman-temannya, Anda perlu mendisiplinkannya dengan konsekuensi yang konsisten dan terprediksi.
  • konsultasikan ini dengan wali kelas atau guru di sekolah, serta catat semua kemajuan anak Anda.
  • usahakan untuk menciptakan rumah di mana semua anggota keluarga merasa dihargai.
  • habiskan waktu bersama anak-anak Anda – inilah kunci utamanya. Setiap anak membutuhkan komunikasi yang baik dengan orangtua, guru dan orang dewasa lainnya yang berada di sekitarnya.

Anak Anda menjadi korban bullying? Atau menjadi pelaku bullying? Hati-hati, hal ini dapat dipicu oleh depresi! Dapatkan SMS Tips Sehat Hello Doctor dua kali sehari, dengan cara mengetik *500*67# (untuk pengguna Telkomsel) atau *123*767# (untuk pengguna XL) di ponsel Anda dan pilih menu Tips Sehatku kategori Depresi.

Artikel ini telah ditelaah dan disetujui oleh dr. Joyce Sopacua dari Hello Doctor Indonesia.

Pendekatan Terbaru Terhadap ADHD dan Autisme

Pendekatan Terbaru Terhadap ADHD dan Autisme

Posted by | Kesehatan Anak, Kesehatan Emosi, Kesehatan Mental, Kesehatan Otak, Kesehatan Remaja, Pengobatan Alternatif, Pusat Kondisi, Terapi | No Comments

Dalam rangka hari anak nasional, yang diperingati pada hari ini, 23 Juli 2016, Hello Doctor ingin mengangkat topik mengenai ADHD dan autisme. Ikuti terus ulasannya hingga akhir artikel ini.

Pernahkah Anda mendengar tentang terapi “berpemberat”? Tidak, itu tidak ada hubungannya dengan program diet atau penurunan berat badan! Ini suatu terapi yang sedang digencarkan oleh para profesional medis untuk membantu anak-anak atau orang dewasa penderita ADHD atau spektrum autisme untuk tetap tenang dan fokus.

Mengatasi ADHD atau berada dalam spektrum autisme membawa satu set tantangan yang khusus – kondisi kecemasan dan hiperaktif hanyalah dua dari berbagai masalah yang mungkin Anda hadapi. Ini adalah celah di mana terapi “berpemberat” – bertentangan dengan sebutannya – justru dapat meringankan beban!

Apa itu terapi “berpemberat”?

Sederhananya, terapi ini adalah sesuatu yang lembut dan nyaman tetapi berat yang dapat membantu orang untuk tetap tenang dan fokus. Diliputi dengan bahan dasar yang lembut, benda-benda “berpemberat” dapat berupa:

  • selimut berpemberat
  • ikat pergelangan tangan
  • ikat pinggang
  • selimut pangku
  • bantalan leher

Bagaimana cara kerjanya?

Rasa proprioseptif Anda memberikan informasi tentang posisi tubuh dan gerakan Anda. Hal ini dilakukan dengan reseptor pada otot, kulit, dan dalam sendi serta ligamen Anda. Orang dengan rasa proprioseptif yang lemah mengalami kesulitan dalam menafsirkan sensasi-sensasi ini, dan dapat menyebabkan perilaku yang memberi mereka tanggapan sensoris, seperti: melompat, berputar, dan berjalan. Mereka juga mungkin bersusah payah untuk dapat menjadi tenang dan tidur di malam hari – terapi “berpemberat” ini dapat membantu menenangkan mereka pada siang hari dan pada waktu tidur.

Dapatkah terapi ini diterapkan di sekolah?

Terapi “berpemberat” dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan fokus – yang keduanya sangat berkaitan dengan ruang kelas. Sebuah penelitian menunjukkan rompi dengan pemberat yang dikenakan oleh murid sekolah penderita ADHD memberi peningkatan pada perilaku penderita dan perhatian pada tugas-tugas yang diberikan guru di kelas. Terapi ini juga dapat membantu mereka yang:

  • peka terhadap rabaan, yakni orang-orang yang tidak suka disentuh atau ingin selalu menyentuh segalanya
  • mengalami kesulitan dalam bersantai dan tidur
  • kesadaran yang rendah akan tubuh dan posisi tubuh mereka
  • menunjukkan perilaku rangsangan diri seperti berputar, bergoyang dan mengunyah

Kabar baiknya, terapi “berpemberat” ini aman. Jadi, jangan khawatir dan pertimbangkanlah terapi ini, ya!

Kecemasan adalah salah satu gejala kondisi ADHD dan autisme. Ambil napas dalam dan dapatkan SMS Tips Sehat Hello Doctor dua kali sehari, dengan cara mengetik *500*67# (untuk pengguna Telkomsel) atau *123*767# (untuk pengguna XL) di ponsel Anda dan pilih menu Tips Sehat kategori Cemas.

Artikel ini telah ditelaah dan disetujui oleh dr. Joyce Sopacua dari Hello Doctor Indonesia.

HOmschooling

Efek Positif Homeschooling bagi Anak-Anak

Posted by | Gaya Hidup, Kesehatan Anak, Kesehatan Emosi, Kesehatan Mental, Kesehatan Remaja, Kesehatan Umum, Pendidikan | No Comments

HDI-ers, dalam rangka Hari Keterampilan Pemuda Sedunia, hari ini, tanggal 15 Juli 2016, Hello Doctor ingin berbagi dengan Anda mengenai manfaat homeschooling bagi buah hati Anda. Simak ulasannya yang satu ini.

Seorang orangtua mengingat pengalaman tidak menyenangkan bagi anak satu-satunya, saat itu berusia 6 tahun, yang dikeluarkan dari sekolahnya tanpa penjelasan yang masuk akal. Itulah yang mendorong dia dan suaminya untuk membuat keputusan sekitar dua tahun lalu untuk menerapkan metode pendidikan homeschooling bagi buah hati mereka.

Homeschooling adalah apa yang kita rasakan sebagai jalan terbaik untuk anak kami. Kami melihat bahwa ia memiliki minat dalam seni, sains, arsitektur dan kewirausahaan dan kami ingin memfasilitasi semangat belajarnya,” ujarnya dalam sebuah wawancara email.

Anak mereka dididik secara mandiri di rumah, yang berarti bahwa mereka tidak mengirimnya ke lembaga homeschooling. Ia mengambil baik kurikulum nasional maupun Cambridge, yang diajarkan oleh beberapa guru privat yang dengan hati-hati dipilih oleh kedua orang tuanya.

Diwawancarai secara terpisah, psikolog anak Seto Mulyadi, dikenal sebagai Kak Seto, mengatakan, ada tiga jenis metode pembelajaran homeschooling yang berbeda. Pertama adalah secara individu, yang berorientasi pada keluarga; yang kedua adalah secara berkelompok, di mana beberapa anak berkumpul bersama untuk sesi studi; dan yang terakhir adalah secara komunitas atau masyarakat, di mana anak-anak pada dasarnya menghadiri sebuah sekolah khusus dengan jam sekolah dan metode pengajaran yang berbeda daripada sekolah reguler.

Berlawanan dengan anggapan kebanyakan orang, murid-murid homeschooling bersosialisasi dengan satu sama lain selama studi kelompok atau bergabung dengan masyarakat dan kegiatan lainnya yang sesuai dengan kepentingan mereka.

Kak Seto, yang memiliki Lembaga Homeschooling Kak Seto, mengatakan ada kesalahpahaman lain: bahwa pendidikan yang anak-anak terima melalui homeschooling lebih rendah daripada di sekolah formal.

“Sistem homeschooling kami menerapkan kurikulum yang sama dengan sekolah formal; anak-anak yang belajar di rumah juga mendapatkan Ujian Nasional, ” tambahnya.

“Selain itu, homeschooling tidak memaksa anak-anak untuk belajar. Mereka belajar karena mereka termotivasi untuk melakukannya, bukan karena mereka merasa harus atau terpaksa, dan itu memicu mereka menjadi individu yang lebih kreatif di masa depan. ”

Seorang anak berusia 13 tahun yang berhenti sekolah formal demi bergabung dengan homeschooling juga berbagi pengalamannya setelah belajar dengan metode pendidikan yang unik tersebut.

“Dorongan belajar saya meningkat setelah saya lebih meluangkan waktu saya, seperti tidak belajar apa-apa – seperti orang yang merasa kelaparan di meja makan kosong, saya menjadi termotivasi untuk mencari dan memilih apa yang ingin saya konsumsi. Saya juga berkomitmen untuk mengikuti jadwal saya sendiri, yang penuh dengan pelajaran yang saya sukai dan keterampilan yang saya ingin kejar secara profesional,” tulisnya.

Direktur sistem homeschooling Primagama, Kusnanto juga menambahkan, homeschooling menyediakan lingkungan yang lebih fleksibel untuk anak-anak belajar, namun itu bukan satu-satunya keuntungan. Homeschooling juga memberikan kesempatan belajar yang luas bagi anak-anak yang hidup di bawah situasi yang berbeda untuk mendapatkan pendidikan, seperti mereka yang berlatih menjadi atlet, selebriti, korban bullying sekolah formal dan anak-anak berkebutuhan khusus.

Jadi, berminatkah Anda untuk mendaftarkan buah hati Anda ke sekolah homeschooling?

Dapatkan selalu informasi kesehatan terkini lainnya dari Hello Doctor Indonesia. Pastikan juga Anda berlangganan aplikasi Hello Doctor untuk mendapatkan fasilitas konsultasi langsung dengan dokter kompeten dan tepercaya selama 24 jam, kapan saja dan di mana saja. Untuk info lebih lanjut, kunjungi www.hellodoctor.co.id atau segera hubungi *500*67# (bagi penggunaTelkomsel) dan *123*767# (bagi pengguna XL).

Artikel ini telah ditelaah dan disetujui oleh dr. Joyce Sopacua dari Hello Doctor Indonesia.

 

*Sumber gambar: http://laymedown.org/adding-scriptures-homeschooling-curriculum/

Ketahui 3 Tipe Diabetes

Ketahui 3 Tipe Diabetes

Posted by | Diabetes, Diet Sehat, Gaya Hidup, Gizi dan Nutrisi, Kehamilan, Kesehatan Anak, Kesehatan Remaja, Kesehatan Wanita, Pusat Kondisi | No Comments

Diabetes adalah penyakit kronis (diderita seumur hidup) yang ditandai dengan kadar gula dalam darah yang tinggi. Terdapat tiga tipe utama diabetes di antaranya Tipe 1, Tipe 2 dan diabetes gestasional. Diet sangat penting bagi para penderita diabetes dan harus mengandung gizi seimbang dan kaya akan serat, karbohidrat, vitamin dan mineral. Pada artikel ini, kita akan menelaah tipe-tipe diabetes yang berbeda ini dan diet yang tepat bila kita didiagnosis terkena diabetes.

Diabetes tipe 1

Diabetes tipe 1 biasanya didiagnosis semenjak masa kanak-kanak. Pada kondisi ini, tubuh hanya menghasilkan sangat sedikit insulin atau bahkan tidak menghasilkan sama sekali. Penyebabnya masih belum diketahui, namun, faktor genetika, virus dan masalah autoimun dapat berperan besar dalam perkembangan kondisi ini.

Diabetes tipe 2

Diabetes tipe ini adalah tipe yang lebih umum terjadi dibandingkan tipe 1 dan itu menjadikannya kasus diabetes terbanyak di dunia. Biasanya tipe ini muncul pada masa dewasa, tapi sayangnya kini semakin banyak anak muda atau remaja yang terdiagnosis diabetes tipe 2. Pada kasus ini, pankreas tidak dapat menghasilkan cukup insulin agar kadar glukosa dalam darah tetap normal, kerap kali terjadi karena tubuh tidak dapat merespon insulin dengan baik. Banyak penderita diabetes tipe 2 tidak mengetahui mereka menderitanya, meskipun ini adalah kondisi yang serius. Diabetes ini biasanya dapat dipicu oleh obesitas dan gaya hidup kurang aktif (kurang berolahraga).

Diabetes gestasional

Diabetes tipe ini adalah kadar glukosa dalam darah yang berkembang selama masa kehamilan seorang wanita yang sebelumnya tidak menderita diabetes. Wanita yang menderita diabetes gestasional berisiko tinggi menderita diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular (jantung) di kemudian hari.

Diet / pola makan

Untuk diabetes tipe 2, 50% Р60% diet sebaiknya terdiri dari makanan yang kaya akan karbohidrat kompleks – seperti gandum, pasta dan kacang-kacangan – karena makanan jenis ini melepaskan kandungan glukosanya secara perlahan. Makanan sumber karbohidrat konsentrat seperti kue dan biskuit harus dihindari. Tergantung diet yang disarankan dokter atau pakar gizi masing-masing, buah-buahan dan sayuran tertentu yang mengandung kadar gula tinggi (seperti wortel dan kentang instan) juga harus dihindari.

Sebagai pengganti daging merah, ikan berminyak, daging unggas dan produk kedelai ditekankan untuk dikonsumsi penderita diabetes untuk memenuhi kebutuhan protein mereka. Berbicara tentang sayuran, bawang putih, bawang bombay, daun selada, kubis, sayuran jalar (berakar), avokad, brokoli dan kubis Brussel atau kubis mini sangat disarankan untuk dikonsumsi.

Ingin mencegah diabetes? Atau ingin bisa mengendalikan kadar gula darah Anda? Yuk, aktifkan panduan lengkapnya di Tips Sehat Diabetes dari Hello Doctor dua kali sehari, tekan *500*67# (bagi pengguna Telkomsel) atau *123*767# (bagi pengguna XL) dan pilih Tips Sehatku kategori Diabetes.

Artikel ini telah ditelaah dan disetujui oleh dr. Joyce Sopacua dari Hello Doctor Indonesia

 

Apakah Sindrom Asperger Itu

Apakah Sindrom Asperger Itu?

Posted by | Kesehatan Anak, Kesehatan Emosi, Kesehatan Otak, Kesehatan Remaja | No Comments

Dalam rangka memperingati World Autism Awareness Day atau hari kesadaran dan kepedulian akan Autisme sedunia, hari ini, 2 April 2016, Hello Doctor ingin mengajak Anda membahas tentang sindrom Asperger. Apakah sindrom Asperger itu?

Sindrom Asperger atau yang biasa disebut juga gangguan Asperger adalah jenis gangguan Pervasive Developmental Disorders (PDD) atau gangguan perkembangan pervasif. PDD adalah sekelompok kondisi yang melibatkan penundaan dalam pengembangan berbagai keterampilan dasar, terutama kemampuan untuk bersosialisasi dengan orang lain, berkomunikasi dan menggunakan imajinasi.

Meskipun pada beberapa aspek, sindrom Asperger mirip dengan Autisme – jenis lain, yang lebih parah daripada PDD – ada beberapa perbedaan penting. Anak-anak dengan sindrom Asperger biasanya berfungsi lebih baik daripada mereka yang menderita Autisme. Selain itu, anak-anak dengan sindrom Asperger biasanya memiliki kecerdasan normal dan perkembangan bahasa yang mendekati normal, meskipun masalah berkomunikasi mereka dapat saja meningkat seiring dengan bertambahnya usia.

Sindrom Asperger diadaptasi dari nama seorang dokter berkebangsaan Austria, Hans Asperger, yang pertama kali menggambarkan kondisi gangguan tersebut pada tahun 1944. Namun, pada saat itu, sindrom Asperger tidak diakui sebagai gangguan yang unik hingga waktu yang lama.

Apa saja gejala dari sindrom Asperger?

Gejala pada sindrom Asperger dapat bervariasi, dari yang ringan hingga yang akut. Gejala yang umumnya terjadi, biasanya adalah:

  • Masalah dengan kemampuan bersosialisasi: anak yang menderita sindrom Asperger pada umumnya mengalami kesulitan berinteraksi dengan orang lain dan sering kali merasa canggung pada situasi sosial manapun.
  • Perilaku eksentrik atau berulang-ulang: Anak-anak dengan kondisi ini dapat melakukan gerakan berulang yang aneh, seperti meremas-remas tangan atau memutar jari.
  • Keasyikan atau ritual yang tidak biasa: Seorang anak dengan sindrom Asperger dapat mengembangkan ritual yang ia tidak akan ubah, seperti berpakaian dalam urutan tertentu.
  • Kesulitan berkomunikasi: Orang dengan sindrom Asperger tidak dapat memberi kontak mata ketika berbicara dengan seseorang. Mereka memiliki kesulitan menggunakan ekspresi wajah dan gerak tubuh, dan memahami bahasa tubuh. Mereka juga cenderung memiliki masalah dalam memahami bahasa dalam konteks atau bahasa kiasan dan sangat harafiah dalam penggunaan bahasa.
  • Cakupan minat yang terbatas: Seorang anak dengan sindrom Asperger dapat mengembangkan minat yang terasa obsesif pada cakupan area tertentu, seperti jadwal olahraga, cuaca, hewan atau peta.
  • Masalah Koordinasi: Gerakan anak dengan sindrom Asperger mungkin akan tampak kikuk atau canggung.
  • Terampil atau berbakat: Banyak anak yang menderita sindrom asperger justru sangat berbakat atau terampil dalam bidang tertentu, seperti pada bidang musik atau matematika.

Apa yang menyebabkan munculnya sindrom Asperger?

Penyebab pasti sindrom Asperger tidak diketahui. Namun, fakta bahwa sindrom tersebut cenderung diturunkan dalam keluarga menunjukkan bahwa kecenderungan untuk mengembangkan gangguan ini dapat diwariskan (diturunkan dari orangtua ke anak).

Sudahkah masyarakat mengetahui keberadaan dari sindrom Asperger?

Sindrom Asperger baru-baru ini saja diakui sebagai gangguan yang unik. Oleh karena itu, jumlah pasti orang yang menderita gangguan tersebut belum diketahui. Sementara sindrom yang lebih umum daripada Autisme tersebut, di negara Amerika Serikat dan Kanada jumlahnya berkisar dari 1 dalam setiap 250 anak hingga 1 dalam setiap 10.000 anak. Sindrom Asperger empat kali lebih mungkin terjadi pada anak laki-laki daripada anak perempuan dan biasanya pertama kali didiagnosis pada anak-anak antara usia 2 hingga 6 tahun.

Bagaimana Sindrom Asperger dapat didiagnosis?

Jika gejalanya timbul, dokter akan memulai sebuah evaluasi dengan melakukan pemeriksaan riwayat medis lengkap, serta pemeriksaan fisik dan neurologis. Banyak penderita sindrom Asperger memiliki otot yang lemah dan Dyspraxia atau masalah koordinasi. Meskipun saat ini belum ada tes untuk sindrom Asperger, dokter biasanya akan menggunakan berbagai tes lain – seperti sinar-X atau Rontgen dan tes darah – untuk menentukan apakah ada masalah lain atau gangguan fisik yang menyebabkan gejala timbul.

Jika gangguan fisik tidak dapat ditemukan, anak dapat dirujuk ke dokter spesialis gangguan perkembangan anak, seperti psikiater atau psikolog anak dan remaja, ahli saraf pediatrik, dokter spesialis perkembangan perilaku anak atau profesional medis lain yang dilatih khusus untuk mendiagnosis dan menangani Sindrom Asperger.

Anda baru saja melahirkan? Daftarkan segera Tips Sehatku IBU & ANAK dari Hello Doctor dan kami akan membantu Anda sepenuhnya! Dari mulai hari Anda membawa pulang si buah hati dari rumah sakit, hingga ia berusia tiga tahun, kami siap memberikan saran medis yang praktis bagi Anda. Hubungi *500*67# (Telkomsel) atau *123*767# (XL) dan pilih Tips Sehatku kategori IBU & ANAK.

Artikel ini telah diperiksa dan disetujui oleh dr. Joyce Sopacua dari Hello Doctor Indonesia.

Kiat Menjadi Manusia Pagi

Kiat Menjadi Manusia Pagi

Posted by | Diet Sehat, Gaya Hidup, Gizi dan Nutrisi, Kesehatan Emosi, Kesehatan Remaja, Kesehatan Umum, Olah Raga dan Kebugaran | No Comments

“Saya akan ikut kuliah pagi minggu ini,” Anda pun mengulang niat baik Anda ini sebanyak tiga kali. Terdengar tak asing? Ya, kita semua pernah mengalaminya. Pagi hari memang waktu yang tidak mudah bagi Anda – bangun pagi, lebih tepatnya. Berikut adalah beberapa kiat bagi Anda mahasiswa atau karyawan yang berniat bangun pagi setiap hari agar tidak terlambat lagi mendapat kuliah pagi atau tiba di kantor:

Ini yang harus Anda rencanakan (dan lakukan!):

  1. Tidurlah lebih awal. Istirahat yang lebih panjang berarti lebih sedikit usaha Anda untuk bangun pagi menandingi si ayam jago yang berkokok di pagi hari! Tidurlah setidaknya 5 menit lebih awal setiap malam selama seminggu penuh agar Anda terbiasa.
  2. Bangunlah di waktu yang sama setiap pagi (dan maaf ya, bahkan di akhir pekan juga, ya…). Konsistensi adalah kunci kesuksesan untuk dapat bangun tidur di pagi hari!
  3. Biarkan tubuh Anda bermandikan sinar matahari pagi: buka gorden jendela Anda lebar-lebar. Hanya beberapa menit saja sinar matahari ini akan menggerakkan hormon “bangun pagi” Anda.
  4. Lakukan sesuatu (tapi bukan memencet tombol “snooze” pada alarm Anda, ya!). Coba lakukan jumping jack atau push-up. Gerakan seperti itu akan memompa jantung Anda dan membantu Anda merasa lebih segar dan siap untuk beraktivitas.
  5. Makanlah sarapan yang menyehatkan. Kopi bukanlah pilihan yang tepat! Pilihlah telur atau yogurt untuk tambahan asupan protein yang menyehatkan bagi tubuh Anda.

Selain mendapat pujian untuk semua usaha Anda agar dapat menghadiri kuliah pagi atau datang ke kantor tepat waktu, penelitian menunjukkan bahwa bangun lebih pagi akan berdampak positif pada nilai-nilai akademis Anda atau pencapaian Anda di kantor, minimal Anda akan mendapat insentif atau bonus tambahan dari perusahaan. Jadi, ungkapan atau peribahasa: “Bangunlah di pagi hari, agar rezekimu tidak dipatok ayam” itu ternyata benar, ya!

Ingin stamina selalu prima dan tidak cepat sakit? Mudah saja! Dapatkan SMS kiat-kiat Tips Sehat dari Hello Doctor dua kali sehari, dengan cara menekan *500*67# (untuk pengguna Telkomsel) atau *123*767# (untuk pengguna XL) di ponsel Anda dan pilih menu Tips Sehatku kategori Bugar.

Artikel ini telah ditelaah dan disetujui oleh dr. Joyce Sopacua dari Hello Doctor Indonesia

Waspada Bullying di Dunia Maya

Waspada Bullying di Dunia Maya!

Posted by | Depresi, Gaya Hidup, Kesehatan Anak, Kesehatan Emosi, Kesehatan Mental, Kesehatan Remaja, Psikiatri, Stres, Teknologi, Tren | No Comments

Cyberbully atau bully atau tindakan bullying (penindasan) di dunia maya yang terjadi di belahan dunia lain dapat terjadi pada anak Anda secara bersamaan – mengerikan, bukan?! Sebagai orangtua, sudahkah  Anda cukup mendalami dunia digital anak-anak Anda untuk melindungi mereka dari para bully di dunia maya?

Hal yang perlu Anda ketahui

Bully yang menyebabkan masalah di halaman sekolah sebenarnya dapat dihentikan. Dan bullying semacam ini juga bahkan dapat terjadi di balik dinding ruang kelas.

Saat bullying terjadi di dunia maya atau digital, secara virtual tak ada ‘dinding’, sehingga anak Anda akan lebih rentan terhadap serangan bully 24 jam non-stop!

Kenyataan bahwa media sosial (medsos) membuat kita dapat mempublikasikan apapun: semua posting dapat dibagikan, dikunjungi kembali dan tersambung pada dan oleh siapapun yang memiliki koneksi internet. Satu hal dapat disebarkan secara instan dan hampir tidak mungkin untuk dihentikan.

Bagaimana Anda bisa melindungi anak Anda?

CKT – Cegah. Kontrol. Tanggap. Inilah 3 kiat jitu agar Anda dapat selalu menjaga keselamatan si buah hati.

Edukasi diri sendiri. Anda harus merasa tidak asing dengan aktivitas internet anak Anda. Ini artinya Anda harus mendalami platform medsos dan situs jejaring lainnya yang mereka gunakan.

Penting juga bagi Anda untuk memahami bahwa dunia ini memiliki bahasanya sendiri: terdapat kata dan frasa tertentu yang Anda dan anak Anda harus ketahui agar dapat dipakai untuk menghindari situasi yang tidak sehat.

Jelaskan pada si anak bagaimana caranya menanggapi. Saran terbaik adalah, ajarkan mereka untuk tidak menanggapi sama sekali – sebuah tanggapan justru adalah tujuan adanya bullying dunia maya. Anak Anda akan dapat memberi komentar yang malah akan terus meningkatkan bullying.

Buatlah komputer di rumah seaman mungkin. Berinvestasilah dengan membeli paket anti-virus tepercaya. Sebagian besar software (perangkat lunak) terbaru akan memberi sinyal pada Anda dan si anak bila terdapat link atau tautan yang tersambung pada situs-situs mencurigakan. Inilah salah satu cara di mana Anda bisa mendapatkan semua di bawah kendali atau kontrol Anda.

Buat aturan tertentu. Pelindung perangkat lunak hanyalah salah satu bagian dari proses perlindungan. Anda juga perlu berbicara dengan anak tentang aktivitas online mereka.

Biarkan mereka mengetahui keberadaan cyberbully atau bully dunia maya di luar sana, tapi jika Anda duduk bersama untuk menyetujui aturan keamanan yang ditetapkan bersama, anak Anda akan siap saat bullying itu benar-benar terjadi kelak.

Aturan tertentu itu termasuk di antaranya:

  • Berselancar di dunia internet pada waktu tertentu saja
  • Hanya mengunjungi situs yang Anda benar-benar percayai
  • Ingatkan anak Anda untuk selalu memberitahu Anda bila mereka telah di-bully di dunia maya (dan juga dunia nyata)
  • Ajari mereka cara menggunakan perangkat lunak anti-virus agar mereka bisa memeriksa apapun yang mencurigakan

Konsekuensinya jika Anda tidak melibatkan diri

Anak-anak yang menderita dampak bullying dunia maya dapat mengembangkan kondisi medis serius seperti depresi dan kecemasan.

Dunia online dapat jauh lebih parah daripada dunia nyata. Jadi, dihimbau bagi Anda untuk memastikan bahwa Anda memahami betapa seriusnya bullying dunia maya ini.

Anda terlalu mencemaskan keselamatan anak Anda? Ambil napas dalam dan dapatkan SMS Tips Sehat Hello Doctor dua kali sehari, dengan cara mengetik *500*67# (untuk pengguna Telkomsel) atau *123*767# (untuk pengguna XL) di ponsel Anda dan pilih menu Tips Sehatku kategori Cemas.

Artikel ini telah ditelaah dan disetujui oleh dr. Joyce Sopacua dari Hello Doctor Indonesia

earphone

Dampak Penggunaan Earphone dalam Pesawat Terbang

Posted by | Gaya Hidup, Kesehatan Remaja, Kesehatan THT, Kesehatan Umum, Telinga, Tren | No Comments
IPod dan sebangsanya merupakan kemajuan besar dalam sistem suara portabel pribadi yang dapat dengan mudah dipakai dalam waktu yang lama. Yang termasuk dengan berbagai sistem suara adalah berbagai sistem amplifikasi yang datang dalam segala bentuk dan ukuran headphone dan earphone. Alat ini berpotensi bahaya, karena jika digunakan tidak benar, dapat menyebabkan gangguan pendengaran secara permanen.
Kini, sistem suara pribadi telah menjadi begitu sangat populer. Tampaknya, hampir di mana pun Anda berada, Anda melihat orang-orang dari segala usia fokus pada apa yang mereka ingin dengar dan hampir tak peduli lagi dengan dunia di sekitar mereka.
Apa ganjaran di masa depan untuk kemewahan yang kita miliki saat ini untuk memompa volume suara dan mendengarkan apa pun yang kita inginkan kapanpun dan dimanapun kita berada dan untuk berapa lama saja kita suka? Apa dampak untuk orang-orang-biasanya para remaja- yang mendengarkan musik atau apapun dengan headphone?

Penyebab utama gangguan pendengaran dahulu adalah paparan berlebihan kebisingan di tempat kerja, tetapi dewasa ini banyak anak muda yang kehilangan pendengaran mereka pada tingkat yang mengkhawatirkan karena paparan kebisingan berlebihan dari earphone stereo portabel. Paparan polusi suara, terutama bagi kaum muda, telah bertransformasi dari boom box besar dan speaker stereo mobil menjadi suara yang disampaikan langsung ke telinga melalui headphone atau earphone.
Headphone dan earphone muncul sebagai perusak pendengaran utama. Karena kehilangan pendengaran yang disebabkan induksi suara adalah hasil dari intensitas (kekerasan suara) dan durasi paparan, perangkat ini mampu menginduksi gangguan pendengaran sensorineural bilateral permanen – terutama jika digunakan pada pengaturan volume suara empat atau lebih dalam waktu yang lama.
Spesialis THT, David A. Schessel, MD, PhD, menghimbau para orang tua, “Jika Anda dapat mendengar musik yang sedang anak Anda putar melalui headphone atau earphone mereka, itu berarti suara yang mereka dengarkan terlalu keras dan dapat menyebabkan gangguan pendengaran permanen. “
Jadi, berbahayakah penggunaan earphone atau headphone dalam pesawat terbang?
Sebenarnya, penggunaan earphone atau headphone di pesawat terbang tidak memberi dampak negatif secara langsung pada pendengaran Anda. Namun, para ahli tetap tidak menyarankan Anda untuk menggunakan alat pemutar musik dalam pesawat terbang atau pada lingkungan ramai manapun, karena pada situasi tersebut Anda cenderung akan meningkatkan volume suara musik yang pastinya akan merusak pendengaran.
Kiat sehat menggunakan earphone:
1. Usahakan untuk melepas earphone setiap 20 menit
2. Pasang volume suara yang tidak terlalu besar (tidak boleh di atas 80 desibel atau tombol volume dipasang pada 50-60 % total volume), jika Anda sudah tidak dapat mendengar suara di sekitar Anda, sebaiknya kecilkan volume suara di earphone
3. Pastikan terdapat label ‘CE’ atau ‘SNI’ pada earphone yang Anda beli
4. Jangan pasang earphone hingga terlalu masuk ke dalam lubang telinga
5. Pilih alat pemutar musik yang volume suaranya tidak lebih dari 95 desibel.
Ingin stamina selalu prima dan tidak cepat lelah? Mudah saja! Dapatkan SMS kiat-kiat Tips Sehatku dari Hello Doctor dua kali sehari, dengan cara menekan *500*67# (untuk pengguna Telkomsel) atau *123*767# (untuk pengguna XL) di ponsel Anda dan pilih menu Tips Sehatku kategori Bugar.

Artikel ini telah ditelaah dan disetujui oleh dr. Joyce Sopacua dari Hello Doctor Indonesia

Tidak memiliki aplikasi Hello Doctor? Jangan sampai ketinggalan! Unduh aplikasi sekarang!