Alat Kontrasepsi

Pil KB Memicu Kanker Payudara: Mitos atau Fakta?

Posted by | Alat Kontrasepsi, Kanker, Kesehatan Seksual, Kesehatan Wanita | No Comments

Pil KB sudah sejak lama menjadi pilihan kontrasepsi populer dan juga paling efektif. Ternyata, selain menghentikan kehamilan dengan efektif, alat kontrasepsi pil juga membantu mengendalikan kondisi lainnya seperti jerawat, haid yang banyak dan perubahan mood. Selain itu, ada beberapa riset yang yang membuktikan bahwa alat kontrasepsi pil dapat sedikit menurunkan risiko terkena kanker indung telur.

Akan tetapi banyak beredar pendapat yang menyatakan bahwa alat kontrasepsi berbentuk pil yang mengandung hormon dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Hal ini disebabkan karena pil jenis ini merangsang pertumbuhan sel payudara sampai tak terkendali sehingga meningkatkan risiko terkena kanker payudara. Risiko ini bertambah jika Anda memiliki riwayat anggota keluarga yang pernah menderita penyakit ini, atau pernah melakukan biopsi di masa lalu yang menunjukkan pertumbuhan sel abnormal. Jika Anda pernah didiagnosis kanker payudara maka Anda dilarang keras menggunakan alat kontrasepsi pil yang mengandung hormon di dalamnya. Hal ini untuk mencegah risiko kanker kambuh kembali.

Hal-hal yang perlu diketahui:

  • Pil kontrasepsi yang mengandung estrogen dosis tinggi menggandakan risiko terserang kanker payudara.
  • Pil kontrasepsi yang mengandung etinodiol diasetat (sejenis progestin) juga meningkatkan risiko kanker payudara sampai lebih dari separuhnya.
  • Jenis pil kontrasepsi lainnya, termasuk yang kandungan estrogennya rendah, TIDAK DIKAITKAN dengan tingginya risiko terkena kanker payudara.
  • Risiko ini adalah risiko relatif. Artinya, risiko dapat berubah tergantung dari apa yang Anda lakukan. Jika Anda menjaga berat badan sehat, menjalani gaya hidup sehat, diet sehat dan seimbang, maka sudah tentu risiko Anda lebih sedikit daripada orang yang tidak menjalani hidup sehat.
  • Jika risiko kanker Anda lebih tinggi karena alasan tertentu, misalnya, berusia lanjut, Anda harus lebih berhati-hati untuk menghindari hal-hal yang dapat meningkatkan risiko kanker Anda termasuk konsumsi kontrasepsi pil.
  • Jika risiko kanker Anda tinggi, bicarakan pada dokter mengenai alat kontrasepsi alternatif, misalnya kondom, diafragma atau IUD.

Apapun jenis kontrasepsi pilihan Anda, tanyakan dokter Anda mengenai cara menggunakannya dengan efektif.

Artikel ini telah ditelaah dan disetujui oleh dr. Joyce Sopacua dari Hello Doctor Indonesia.

Dapatkan selalu informasi kesehatan terkini lainnya dari Hello Doctor Indonesia. Pastikan juga Anda berlangganan aplikasi Hello Doctor untuk mendapatkan fasilitas konsultasi langsung dengan dokter kompeten dan tepercaya selama 24 jam, kapan saja dan di mana saja. Untuk info lebih lanjut, kunjungi www.hellodoctor.co.id atau segera hubungi *500*67# (bagi penggunaTelkomsel) dan *123*767# (bagi pengguna XL).

kontrasepsi-yang-dapat-mencegah-kehamilan-dan-pms-penyakit-menular-seksual

Kontrasepsi yang Dapat Mencegah Kehamilan dan PMS (Penyakit Menular Seksual)

Posted by | Alat Kontrasepsi, Bakteri, Fungus, Gaya Hidup, HIV, Infeksi, Jamur, Kesehatan Seksual, Penyakit Menular, Penyakit Menular Seksual, PMS, Pusat Kondisi, Sistem Reproduksi, Virus | No Comments

Dalam tulisan pertama Dr. Lynelle dari Hello Doctor, dibahas metode kontrasepsi yang tidak melibatkan intervensi medis. Di sini, kita lihat metode penghalang yang dapat mencegah kehamilan dan penyakit menular seksual.

1. Kondom pria: Sebuah pilihan yang sangat populer dan baik, jika digunakan dengan benar dan pasangan pria Anda siap untuk menggunakannya. Selain mencegah kehamilan, kondom juga melindungi terhadap PMS. Meskipun demikian, kondom akan cepat sobek atau rusak bila tidak digunakan dengan benar.

2. Kondom Wanita: kondom ini tidak digunakan sesering pada kondom pria, karena sulit untuk dikenakan dan dapat menyebabkan rasa ketidaknyamanan. Untuk alasan ini dan lainnya kondom wanita tidak seefektif kondom pria, meskipun masih merupakan pilihan yang baik untuk mencegah PMS jika pasangan pria tidak memakai kondom.

3. Diafragma: Ini adalah sebuah mangkuk yang terbuat dari bahan lateks yang dimasukkan ke dalam Ms. V sebelum Anda dan pasangan melakukan hubungan intim, dan ini adalah salah satu metode kontrasepsi yang sangat populer pada zaman dahulu! Namun, gel spermisida harus digunakan bersamaan dengan diafragma, kemudian, diafragma tersebut harus tinggal di tempat selama 6 jam setelah hubungan intim. Sayangnya, kontrasepsi jenis ini sering memiliki tingkat kegagalan yang tinggi.

4. Agen spermisida: Ini adalah metode kontrasepsi termurah dan tersedia di apotek tanpa resep dokter, dan dapat melengkapi metode lain seperti diafragma dan kondom. Bila digunakan sendiri, spermisida memiliki tingkat kegagalan yang tinggi dan dapat menyebabkan reaksi alergi dan iritasi.

Kondom masih merupakan metode yang paling direkomendasikan di antara semua jenis alat kontrasepsi, karena sangat melindungi dari PMS. Namun, tingkat kegagalan yang tinggi membuat kelompok kontrasepsi di atas dapat bekerja dengan optimal bila dikombinasikan dengan metode kontrasepsi lain,

Kontrasepsi juga dapat melindungi Anda dari HIV/AIDS. Untuk itu segera aktifkan panduan untuk mencegah HIV/AIDS yang mengancam jiwa melalui SMS Tips Sehat HIV dari Hello Doctor sekarang juga dan dapatkan 2 SMS setiap harinya. Anda hanya perlu tekan *500*67# (untuk pengguna Telkomsel) atau *123*767# (untuk pengguna XL) di ponsel Anda dan pilih menu Tips Sehatku kategori HIV.

Artikel ini telah ditelaah dan disetujui oleh dr. Joyce Sopacua dari Hello Doctor Indonesia.

aspirin-untuk-mengobati-kanker-usus-besar

Benarkah Pil KB Meningkatkan Risiko Kanker Payudara?

Posted by | Alat Kontrasepsi, Kanker, Kesehatan Wanita | No Comments

Pil KB sudah sejak lama menjadi pilihan kontrasepsi populer dan juga paling efektif. Ternyata, selain menghentikan kehamilan dengan efektif, alat kontrasepsi pil juga membantu mengendalikan kondisi lainnya seperti jerawat, haid yang banyak dan perubahan mood. Selain itu, ada beberapa riset yang yang membuktikan bahwa alat kontrasepsi pil dapat sedikit menurunkan risiko terkena kanker indung telur.

Akan tetapi banyak beredar pendapat yang menyatakan bahwa alat kontrasepsi berbentuk pil yang mengandung hormon dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Hal ini disebabkan karena pil jenis ini merangsang pertumbuhan sel payudara sampai tak terkendali sehingga meningkatkan risiko terkena kanker payudara. Risiko ini bertambah jika Anda memiliki riwayat anggota keluarga yang pernah menderita penyakit ini, atau pernah melakukan biopsi di masa lalu yang menunjukkan pertumbuhan sel abnormal. Jika Anda pernah didiagnosis kanker payudara maka Anda dilarang keras menggunakan alat kontrasepsi pil yang mengandung hormon di dalamnya. Hal ini untuk mencegah risiko kanker kambuh kembali.

Hal-hal yang perlu diketahui:

  • Pil kontrasepsi yang mengandung estrogen dosis tinggi menggandakan risiko terserang kanker payudara.
  • Pil kontrasepsi yang mengandung etinodiol diasetat (sejenis progestin) juga meningkatkan risiko kanker payudara sampai lebih dari separuhnya.
  • Jenis pil kontrasepsi lainnya, termasuk yang kandungan estrogennya rendah, TIDAK DIKAITKAN dengan tingginya risiko terkena kanker payudara.
  • Risiko ini adalah risiko relatif. Artinya, risiko dapat berubah tergantung dari apa yang Anda lakukan. Jika Anda menjaga berat badan sehat, menjalani gaya hidup sehat, diet sehat dan seimbang, maka sudah tentu risiko Anda lebih sedikit dari orang yang tidak menjalani hidup sehat.
  • Jika risiko kanker Anda lebih tinggi karena alasan tertentu, misalnya, berusia lanjut, Anda harus lebih berhati-hati untuk menghindari hal-hal yang dapat meningkatkan risiko kanker Anda termasuk konsumsi kontrasepsi pil.

Jika risiko kanker Anda tinggi, bicarakan pada dokter mengenai alat kontrasepsi alternatif, misalnya kondom, diafragma atau IUD.

Apapun jenis kontrasepsi pilihan Anda, tanyakan dokter Anda mengenai cara menggunakannya dengan efektif.

Dapatkan selalu informasi kesehatan terkini lainnya dari Hello Doctor Indonesia. Pastikan juga Anda berlangganan aplikasi Hello Doctor untuk mendapatkan fasilitas konsultasi langsung dengan dokter kompeten dan tepercaya selama 24 jam, kapan saja dan di mana saja. Untuk info lebih lanjut, kunjungi www.hellodoctor.co.id atau segera hubungi *500*67# (bagi penggunaTelkomsel) dan *123*767# (bagi pengguna XL).

 

Artikel ini telah ditelaah dan disetujui oleh dr. Joyce Sopacua dari Hello Doctor Indonesia

Doctor-in-Surgery1

Kontrasepsi dengan Metode Pembedahan

Posted by | Alat Kontrasepsi, Kehamilan, Kesehatan Pria, Kesehatan Seksual, Kesehatan Wanita | No Comments

Seperti yang kita ketahui, ada berbagai macam bentuk kontrasepsi yang bisa dilakukan. Kali ini, kita akan membahas metode kontrasepsi yang tidak bisa dibatalkan. Antara lain:.

  1. Sterilisasi pada Wanita: Opsi ini dapat Anda ambil jika Anda merasa jumlah keluarga Anda sudah cukup dan tak ingin menambah lagi. Cara ini melibatkan pemotongan tuba fallopi di kedua sisi lalu membuang sebagian kecil sehingga menghalangi pertemuan sel telur dan sel sperma. Sebagai informasi, pembedahan dan pemotongan tuba falopi lebih sulit daripada prosedur vasektomi. Jenis kontrasepsi ini bersifat permanen, tidak bisa dibatalkan dan jika dipaksakan, bisa meningkatkan risiko terjadinya kehamilan di luar rahim.
  1. Sterilisasi pada Pria, atau Vasektomi, yaitu pemotongan saluran yang membawa sperma dari testis atau buah zakar sehingga mencegah terjadinya ejakulasi. Prosedur ini sangat singkat dan dapat dilakukan dalam waktu 30 menit. Keuntungannya adalah bahwa pembatalan vasektomi memiliki peluang berhasil lebih besar daripada sterilisasi pada wanita. Perlu diingat bahwa pria masih terus menghasilkan sperma tapi tidak dapat melakukan ejakulasi. Ini berarti jika sang pria masih ingin memiliki keturunan, hal ini bisa dicapai dengan cukup mudah.

Masing-masing metode kontrasepsi ini memiliki keuntungan dan kerugian, dan mungkin bisa makan waktu untuk menentukan mana yang paling cocok untuk Anda. Hal yang paling penting adalah jika Anda memiliki kehidupan seksual yang aktif dan tak ingin hamil maka Anda harus menggunakan bentuk kontrasepsi yang efektif. Jadi, bicarakan pada dokter Anda mengenai pilihan apa saja yang cocok untuk Anda. Dan jangan lupa, selalu pilih opsi yang aman dalam berhubungan intim.

Dapatkan selalu informasi kesehatan terkini lainnya dari Hello Doctor Indonesia. Pastikan juga Anda berlangganan aplikasi Hello Doctor untuk mendapatkan fasilitas konsultasi langsung dengan dokter kompeten dan tepercaya selama 24 jam, kapan saja dan di mana saja. Untuk info lebih lanjut, kunjungi www.hellodoctor.co.id atau segera hubungi *500*67# (bagi penggunaTelkomsel) dan *123*767# (bagi pengguna XL).

Artikel ini telah ditelaah dan disetujui oleh dr. Joyce Sopacua dari Hello Doctor Indonesia

Sisi_Lain_Aborsi

Sisi Lain Aborsi

Posted by | Alat Kontrasepsi, Cidera, Depresi, Infeksi, Kehamilan, Kesehatan Bayi, Kesehatan Darah, Kesehatan Emosi, Kesehatan Mental, Kesehatan Seksual, Kesehatan Wanita, Kesuburan, Obat-obatan, Operasi Pembedahan, Stress | No Comments

Aborsi adalah sebuah proses medis mengakhiri kehamilan sehingga bayi tidak dapat terlahir. Proses ini dapat disebut juga ‘penghentian kehamilan’. Tergantung pada usia kehamilan Anda, aborsi dapat dilakukan dengan cara meminum obat atau dengan prosedur operasi pembedahan.

Aborsi berbeda dengan keguguran, di mana kehamilan berakhir secara alamiah. Keguguran terjadi tanpa intervensi medis, meskipun pada akhirnya, prosedur obat atau operasi akan dibutuhkan setelah keguguran untuk membantu mengosongkan dan membersihkan rahim.

Mengapa aborsi bisa saja dilakukan?

Memang masih banyak orang yang berpikir aborsi adalah suatu tindak kriminal, karena dianggap membunuh calon bayi atau janin yang juga merupakan makhluk hidup. Sebagian masyarakat yang religius juga menyatakan betapa dosanya proses aborsi ini. Meskipun demikian, dunia kedokteran berkata lain. Ada beberapa alasan kuat bagi seorang wanita hamil untuk menjalani aborsi, di antaranya adalah:

  • Kondisi pribadi ‚Äì termasuk risiko kesehatan yang dihadapi si jabang bayi
  • Risiko kesehatan sang ibu
  • Adanya kemungkinan besar jabang bayi akan mendapat cacat lahir serius ‚Äì baik secara genetik maupun fisik

Hingga saat ini praktik aborsi masih terus berlangsung, baik yang legal maupun ilegal. Bahkan, aborsi ilegal di Indonesia mencapai kurang lebih 50% dari angka kematian ibu di Indonesia (AKI), dan perlu Anda ketahui, AKI ini adalah yang tertinggi di Asia.

Adapun faktor penyebab kasus aborsi di Indonesia antara lain adalah:

  1. Faktor ekonomi. Dalam hal ini, pasangan suami istri sudah tidak ingin menambah anak lagi karena kesulitan finansial, namun mereka tidak menggunakan kondom atau alat kontrasepsi saat berhubungan intim, atau dapat juga karena kontrasepsi yang gagal.
  2. Faktor penyakit herediter, di mana ibu hamil yang sudah melakukan pemeriksaan kehamilan mendapatkan kenyataan bahwa bayi yang dikandungnya mengalami cacat secara fisik.
  3. Faktor psikologis, lebih tepatnya kondisi mental wanita korban pemerkosaan yang kemudian hamil dan harus menanggung akibatnya. Ini dapat juga menimpa para wanita korban hasil hubungan saudara sedarah (incest), atau remaja putri yang diperkosa oleh ayah kandung, ayah tiri ataupun anggota keluarga lainnya.
  4. Faktor usia, di mana para pasangan yang masih terlalu muda dan masih belum matang secara psikologis karena si wanita terlanjur hamil, sehingga mereka harus membangun suatu keluarga yang prematur.
  5. Faktor penyakit ibu, di mana dalam masa kehamilan ternyata penyakit ini terus berkembang dan dapat mengancam nyawa sang ibu, seperti penyakit pre-eklampsia atau eklampsia.
  6. Faktor lainnya, antara lain, para pekerja seks komersial (PSK), ‘wanita simpanan’, pasangan yang belum menikah dengan kehidupan intim yang bebas atau pasangan yang salah satu/keduanya sudah bersuami/beristri dan melakukan perselingkuhan, kemudian si wanitanya terlanjur hamil.

Kapankah aborsi dapat dilakukan?

Berbicara soal kapan aborsi dapat dilakukan, itu tergantung pada berapa minggu usia kehamilan Anda. Anda akan diberi pilihan oleh dokter antara aborsi medis (yang artinya minum obat penggugur kandungan untuk mengakhiri kehamilan) atau aborsi secara operasi bedah, contohnya, aspirasi vakum atau dilatasi dan evakuasi (D&E).

Namun, perlu diingat, di Indonesia, pemerintah menetapkan peraturan yang mungkin akan berbeda dengan peraturan di negara lain, sebagaimana dikutip dari UU Kesehatan, pasal 75:

  1. Setiap orang dilarang melakukan aborsi.
  2. Larangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dikecualikan berdasarkan:
  3. indikasi kedaruratan medis yang dideteksi sejak usia dini kehamilan, baik yang mengancam nyawa ibu dan/atau janin, yang menderita penyakit genetik berat dan/atau cacat bawaan, maupun yang tidak dapat diperbaiki sehingga menyulitkan bayi tersebut hidup di luar kandungan; atau
  4. kehamilan akibat perkosaan yang dapat menyebabkan trauma psikologis bagi korban perkosaan.
  5. Tindakan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) hanya dapat dilakukan setelah melalui konseling dan/atau penasehatan pra tindakan dan diakhiri dengan konseling pasca tindakan yang dilakukan oleh konselor yang kompeten dan berwenang.
  6. Ketentuan lebih lanjut mengenai indikasi kedaruratan medis dan perkosaan, sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) diatur dengan Peraturan Pemerintah.

Peraturan pemerintah tentang aborsi juga dapat ditemukan pada pasal 76, yakni:

Aborsi sebagaimana dimaksud dalam UU Kesehatan pasal 75 hanya dapat dilakukan:

  1. sebelum kehamilan berumur 6 (enam) minggu dihitung dari hari pertama haid terakhir, kecuali dalam hal kedaruratan medis;
  2. oleh tenaga kesehatan yang memiliki keterampilan dan kewenangan yang memiliki sertifikat yang ditetapkan oleh menteri;
  3. dengan persetujuan ibu hamil yang bersangkutan;
  4. dengan izin suami, kecuali korban perkosaan; dan
  5. penyedia layanan kesehatan yang memenuhi syarat yang ditetapkan oleh Menteri.

Risiko yang terkait dengan aborsi

Sebelum Anda melakukan proses aborsi, Anda juga perlu mempertimbangkan beberapa risiko yang akan terjadi di kemudian hari, di antaranya:

  • Perdarahan (yang berlebihan) ‚Äì terjadi pada satu dari setiap 1.000 kasus aborsi
  • Kerusakan pada leher rahim (akses ke dalam rahim) ‚Äì terjadi pada tidak lebih dari 10 di setiap 1.000 kasus aborsi
  • Kerusakan rahim ‚Äì terjadi hingga empat di setiap 1.000 kasus aborsi selama aborsi dengan prosedur bedah dan kurang dari satu dari 1.000 kasus aborsi medis yang dilakukan pada usia kandungan 12-24 minggu

Bisakah saya mempunyai anak lagi setelah melakukan aborsi?

Metode yang dilakukan dalam prosedur aborsi tidak mempengaruhi kesuburan seorang wanita sehingga ia sulit memiliki anak lagi.

Perlu diingat, Anda bisa kembali hamil beberapa minggu setelah Anda melakukan aborsi. Inilah saat yang tepat untuk menggunakan alat kontrasepsi yang sesuai dengan gaya hidup Anda.

Mungkin akan dibutuhkan 1 hingga 3 minggu untuk pulih kembali dan merasa baik kembali setelah proses aborsi. Dalam waktu tersebut Anda sebaiknya tidak melakukan hubungan intim dengan pasangan. Tapi ketika Anda berhubungan intim lagi, pastikan Anda menggunakan kondom selama beberapa minggu atau selama dokter menyarankannya. Ini akan membantu Anda mencegah infeksi.

Butuh panduan untuk menjalani masa kehamilan Anda? Mudah saja! Dapatkan kiat-kiat Tips Sehat Hello Doctor dua kali sehari, dengan cara menghubungi *500*67# (untuk pengguna Telkomsel) atau *123*767# (untuk pengguna XL) di ponsel Anda dan pilih menu Tips Sehatku kategori Hamil.

Artikel ini telah ditelaah dan disetujui oleh dr. Joyce Sopacua dari Hello Doctor Indonesia

Condoms

Saya Benci Kondom!

Posted by | Alat Kontrasepsi, Gaya Hidup, Kesehatan Pria, Kesehatan Seksual, Kesehatan Umum, Penyakit Menular, Sistem Reproduksi | No Comments

“Kenapa harus memakai kondom, sih? Benda itu terbuat dari karet atau plastik dan coba bayangkan berapa banyak pelumas yang harus saya gunakan karenanya? Belum lagi harganya yang mahal! Huh!”

Jika Anda termasuk para pria yang menganggap kondom sebagai perusak kehidupan intim Anda, Anda perlu bantuan kami untuk segera menyadarkan Anda.

  1. Ingat, kehamilan adalah efek samping terbesar dari hubungan intim tak aman

Ya, itu benar sekali. Hubungan intim yang tidak aman antara seorang pria dan wanita sangat berisiko tinggi menyebabkan kehamilan. Bahkan dengan pil kontrasepsi atau alat kontrasepsi lainnya, selalu ada peluang bagi wanita untuk hamil. Cara terbaik mencegah kehamilan memang sudah terbukti adalah kondom. Meski dianggap mahal sekali pun, cara ini jauh lebih murah dibanding  biaya kehamilan, kelahiran dan bahkan kehidupan si anak nantinya. Lihat saja harga popok , susu formula, vaksinasi dan biaya pendidikan sekarang! Jika Anda dan pasangan tidak mengharapkan kelahiran anak, sebaiknya Anda memang mengambil jalan ini.

  1. Penyakit menular seksual (PMS) akan mengubah hidup Anda selamanya

Tak ada satupun jenis PMS yang bermanfaat bagi Anda, pasangan dan siapapun juga. Sebagian penyakit menular seksual disertai dengan gejala, tapi sebagian lainnya tidak. Dan sebagian penyakit itu bisa dicegah dengan kondom. Mencegah PMS sama halnya dengan mencoba menghentikan sebuah peluru dan cara termudah mencegahnya adalah dengan perlindungan. Pastinya sebelum Anda berbaur di medan peperangan atau pertempuran baku tembak, Anda akan bersiap-siap dengan sebuah rompi anti peluru, bukan? Nah, anggap saja memakai kondom juga sama halnya dengan memakai rompi anti peluru. Bedanya, kondom bisa melindungi Anda dari infeksi  Klamidia, Herpes dan bahkan HIV! Dan berbeda dari peluru yang masih bisa dikeluarkan dari tubuh dan disembuhkan, PMS akan tinggal selamanya di tubuh Anda dan tentunya akan mengubah hidup Anda sepenuhnya. Sebagian jenis PMS bahkan bisa membuat Anda tak bisa memiliki keturunan selamanya!

  1. Mau bisa punya ‘goyangan’ yang lebih hebat di ranjang? Kondom rahasianya.

Sungguh, deh, kami tidak bohong! Kondom sesungguhnya bisa meningkatkan performa Anda di ranjang. Padahal, memang, salah satu masalah utama pria dalam berhubungan intim adalah bagaimana caranya bisa bertahan lebih lama ‘bergoyang’ di atas ranjang. Kondom, terutama yang sedikit ketat di bagian batang Mr. P, dapat mengurangi sensitivitasnya yang nantinya membuat Anda bertahan lebih lama dalam bercinta. Bagaimana jika kekurangan kepekaan adalah masalah Anda dengan kondom? Anda pasti akan suka fakta berikut ini!

  1. Beberapa jenis kondom bisa meningkatkan kualitas hubungan intim Anda, lho!

Kita bukan sedang membahas tentang kondom biasa, ya! Tapi ada beberapa jenis kondom yang diproduksi secara khusus untuk dapat merangsang gairah bercinta Anda dan si dia. Anda juga bisa menemukan kondom tipis yang hampir terasa seolah Anda tidak memakai apapun, atau kondom dengan  tonjolan-tonjolan unik untuk menambah kepuasan di ranjang. Dan siapa yang tidak suka pengalaman kepuasaan ekstra di ranjang?

  1. Terlanjur mengidap HIV positif berarti tak perlu lagi memakai kondom? Ah, Alasan saja itu!

Bahkan meskipun Anda dan pasangan sudah terlanjur berstatus HIV positif, bukan berarti Anda bisa sesuka hati berhubungan intim tanpa perlindungan sama sekali. Ini dia faktanya: ada beberapa jenis versi virus HIV yang berbeda, sehingga Anda masih bisa menginfeksi diri sendiri dan memperkuat virus HIV dalam tubuh Anda. Hubungan intim yang aman itu penting dan bahkan jauh lebih penting lagi pada saat Anda sudah terbukti mengidap HIV positif. Ingat itu baik-baik!

Dengan menggunakan sebuah kondom kecil yang kerap Anda remehkan keberadaannya, setiap kali berhubungan intim, Anda bisa mencegah PMS atau kehamilan yang tidak diinginkan sembari meningkatkan performa Anda dengan si dia di atas ranjang. Jadi, kondom sama sekali tidak buruk, bukan?

Nah, sekarang masih benci kondom?

Semua orang takut terinfeksi HIV, begitu juga Anda dan keluarga, bukan? Jangan khawatir, kami punya yang Anda cari: beragam kiat pencegahan HIV / AIDS. Untuk itu segera aktifkan panduan untuk mencegah HIV/AIDS yang mengancam jiwa melalui SMS Tips Sehat kategori HIV dari Hello Doctor sekarang juga dan dapatkan 2 SMS setiap harinya. Anda hanya perlu tekan *500*67# (untuk pengguna Telkomsel) atau *123*767# (untuk pengguna XL) di ponsel Anda dan pilih menu Tips Sehat kategori HIV.

Artikel ini telah ditelaah dan disetujui oleh dr. Joyce Sopacua dari Hello Doctor Indonesia

contraceptives condoms_shutterstock_4055389

Benarkah Pil Kontrasepsi Dapat Menaikkan Berat Badan?

Posted by | Alat Kontrasepsi, Kesehatan Wanita, Kesuburan, Obat-obatan, Obesitas, Penurunan Berat Badan | No Comments

Anda merasa heran mengapa celana skinny jeans Anda kini terasa lebih ketat? Atau Anda merasa sudah tidak sepercaya diri dulu untuk memakai gaun pesta yang seksi? Jika Anda sedang minum pil kontrasepsi, Anda mungkin akan bertanya-tanya apakah pil kontrasepsi Anda yang memicu kenaikan berat badan.

Apakah pil kontrasepsi benar-benar menyebabkan kenaikan berat badan?

Terdapat dua jenis pil kontrasepsi, yakni:

  • Pil COC (pil Combined Oral Contraceptive atau pil kontrasepsi kombinasi oral yang mengandung estrogen dan progesteron)
  • Pil atau suntikan yang mengandung hanya progesteron

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pil COC TIDAK menyebabkan kenaikan berat badan, tapi pil dan suntikan progesteron DAPAT menyebabkan kenaikan berat badan pada sebagian wanita.

Apa dampak pil COC bagi wanita yang memakainya terhadap berat badan mereka?

  • Tubuh wanita cenderung menampung lebih banyak cairan (daripada menambah lebih banyak lemak), membuatnya seolah-olah berat badan Anda naik.
  • Ini cenderung menyebabkan pembengkakan pergelangan kaki, nyeri payudara dan kenaikan berat badan sebanyak kurang dari 2.2 kg.
  • Penimbunan cairan cenderung muncul pada beberapa bulan pertama Anda minum pil COC, tapi hanya bersifat sementara dan akan menghilang dalam 2 hingga 3 bulan.
  • Penimbunan cairan biasanya dalam jumlah besar dan tidak terjadi pada semua wanita.

Apa dampak pil atau suntikan progesteron bagi wanita yang memakainya terhadap berat badan mereka?

  • Pil atau suntikan progesteron dapat menyebabkan peningkatan nafsu makan
  • Pengobatan yang satu ini bisa menyebabkan depresi yang terkait dengan pil dan memicu risiko kenaikan berat badan
  • Beberapa wanita yang sedang menggunakan pil atau suntikan progesteron lebih berisiko mengalami kenaikan berat badan dibanding wanita lainnya. Wanita itu adalah:
  1. Remaja wanita yang memang sudah mengalami kelebihan berat badan atau obesitas
  2. Wanita yang mudah naik berat badan dengan pesat pada beberapa bulan pertama pemakaian obat

Dalam rangka mematahkan mitos bahwa pil kontrasepsi (pil COC) dapat menyebabkan kenaikan berat badan, Anda perlu juga mempertimbangkan beberapa hal sebagai berikut:

  • Pil COC dapat menyebabkan mudahnya peningkatan dan penurunan berat badan seperti sindrom Yo-yo, tapi bukan berarti berat badan Anda akan terus naik.
  • Penelitian menunjukkan bahwa alamiahnya, berat badan orang cenderung naik sepanjang hidup mereka, jadi dengan bertambah usia setahun saja, kita akan mengalami kenaikan berat badan, bukan semata karena pil COC.
  • Kita perlu menyadari adanya dampak dari faktor-faktor lain (seperti diet, perbaikan genetika, olahraga dan kesejahteraan psikologis) terhadap berat badan kita.
  • Rutinitas olahraga angkat beban yang dapat meningkatkan massa otot yang juga dapat menyebabkan peningkatan berat badan secara drastis.
  • Terdapatnya kondisi gangguan kesehatan yang sudah lama dialami, seperti kelenjar tiroid yang tidak aktif dan dapat menyebabkan peningkatan berat badan.
  • Memang benar adanya bahwa pada tahun 1960-an pil kontrasepsi menyebabkan kenaikan berat badan karena tingginya dosis yang diberikan. Tapi lain dulu, lain sekarang. Kini pil COC mengandung dosis yang jauh lebih rendah dan tidak memicu kenaikan berat badan yang signifikan.

Akhir kata, jika dokter Anda percaya bahwa kenaikan berat badan Anda memang dipicu oleh pil COC yang Anda sedang gunakan, coba diskusikan dengan dokter untuk mengubah dosisnya atau mengganti jenis progesteronnya.

Sudah coba banyak jenis diet tapi ngga berhasil nurunin berat badan juga? Yuk, aktifkan panduan lengkap diet di Tips Sehatku Hello Doctor dua kali sehari, tekan *500*67# (bagi pengguna Telkomsel) atau *123*767# (bagi pengguna XL) dan pilih Tips Sehatku kategori Diet. Kini hanya Rp330 per SMS!

Artikel ini telah ditelaah dan disetujui oleh dr. Joyce Sopacua dari Hello Doctor Indonesia

HIV Aids_shutterstock_86475412

Pertanyaan Terpopuler Tentang HIV

Posted by | Alat Kontrasepsi, ARV, Gaya Hidup, HIV, Kesehatan Seksual, Penyakit Menular, Pusat Kondisi, Sistem Reproduksi | No Comments

Tanya (T) 1: Bagaimana saya dapat mengetahui bila saya sudah terinfeksi?

Jawab (J) 1: Tak ada gejala yang secepatnya muncul dan Anda mungkin tak akan mengalami gejala apapun selama bertahun-tahun, yang sering menjadi alasan banyak orang untuk tidak menjalani tes – karena mereka merasa baik-baik saja. Sebagian orang mengalami gejala yang mirip gejala flu seperti demam, kelelahan, radang tenggorokan, pembengkakan kelenjar dan nyeri otot serta sendi. Masalahnya, memang sulit bagi kita untuk membedakan antara gejala flu yang umum dan HIV yang bisa mempengaruhi sistem imun. Jika Anda merasa Anda telah terpapar HIV, segera jalani tes!

T2: Dimana saya bisa menjalani tes HIV?

J2: Terdapat beragam tempat untuk melakukan tes HIV bagi Anda:

  • Anda bisa menjalani tes secara cuma-cuma di klinik atau rumah sakit yang disponsori pemerintah
  • Tes HIV oleh dokter di klinik yang lengkap terdekat rumah Anda
  • Tes skrining di rumah sakit besar swasta sekitar rumah Anda

Ingat, Anda tak perlu merasa khawatir orang akan mengetahui hasilnya, karena SEMUA informasi tentang status HIV Anda bersifat konfidensial atau rahasia.

T3: Jika saya menggunakan kondom saat berhubungan intim, bisakah saya tetap terinfeksi HIV?

J3: Ya, Anda tetap bisa terinfeksi HIV! Kondom memang sangat ampuh (jika Anda tahu cara menggunakannya yang benar) dalam mencegah penularan HIV, tapi tetap tidak menjamin 100% terlindungi.

Pastikan Anda mengetahui cara yang tepat untuk memakai kondom, karena bila tidak, ini akan sangat berisiko memicu kebocoran. Anda juga disarankan untuk memakai kondom dari Lateks atau karet, tapi jika Anda dan pasangan alergi Lateks, Anda bisa gunakan kondom yang terbuat dari Poliuretan. Anda bisa mendapatkannya di apotek atau toko obat terdekat.

Selain jenis-jenis kondom di atas, alternatif lain ialah pelumas, lubrikan atau pelicin berbahan dasar air yang akan membantu mengurangi risiko kebocoran pada kondom. Tapi ingat, gunakan hanya pelumas yang terbuat dari air – jenis lainnya bisa melemahkan atau bahkan merobek kondom.

T4: Dapatkah saya tertular HIV dari hubungan intim oral?

J4: Ya, Anda bisa tertular HIV lewat hubungan intim oral. Virus tidak hanya ditularkan melalui cairan semen, tapi juga bisa ditemukan dalam darah dan cairan Ms. V.

Cara terbaik untuk melindungi diri sendiri ialah dengan menggunakan pembatas seperti dental dam – bahan lateks berbentuk segi empat yang diletakkan di seluruh bagian mulut selama hubungan intim oral, untuk mencegah masuknya cairan tubuh apapun ke dalam Ms. V.

T5: Saya takut – bagaimana bila saya positif HIV!?

J5: Seperti kita ketahui, memang sangat menakutkan bagi kita untuk menemukan bahwa status kita adalah positif HIV, tapi semakin cepat Anda mengetahuinya, semakin besar peluang Anda untuk bisa diobati. Saat ini, penderita HIV dapat hidup lebih lama dan bahagia!

Klinik, rumah sakit atau dokter akan menjelaskan prosedur pengobatan pada Anda. Anda akan diberi resep obat ARV (Anti-Retro Viral drugs) yang akan membantu mengendalikan perkembangan virus.

Ingat, Anda harus minum obat ARV Anda SETIAP HARI! Jika tidak, virus akan menjadi kebal terhadap pengobatan.

Status Anda positif HIV? Bukan akhir dari segalanya! Yuk, aktifkan panduan tentang HIV lewat SMS Tips Sehat Hello Doctor dua kali sehari. Tekan *500*67# (untuk pengguna Telkomsel) atau *123*767# (untuk pengguna XL) di ponsel Anda dan pilih menu Tips Sehat kategori HIV.

Artikel ini telah ditelaah dan disetujui oleh dr. Joyce Sopacua dari Hello Doctor Indonesia

contraceptives condoms_shutterstock_4055389

Efek Samping Pil KB

Posted by | Alat Kontrasepsi, Kesehatan Seksual, Kesehatan Wanita, Obat-obatan | No Comments

Jika Anda masih muda, sehat dan tidak merokok, pastinya Anda tidak akan mengalami efek samping dari pil kontrasepsi atau pil KB. Namun, sebagian wanita, dapat merasakan efek sampingnya. Mari kita lihat beberapa efek samping dan penanganannya di bawah ini.

1. Nyeri payudara atau pembengkakan payudara

Kondisi ini sering kali tidak berubah selama 1-2 bulan pertama. Jika tidak juga berubah, pil KB Anda harus diganti.

  • Cobalah memakai bra penyokong
  • Kurangi asupan kafein dan garam Anda
  • Hubungi dokter jika Anda merasakan ada gumpalan pada payudara Anda

2. Pendarahan haid yang tidak normal

  • meskipun pendarahan yang tak bisa diprediksi itu sangat mengganggu, pada akhirnya 90% kasus kembali normal setelah pil KB kemasan ke-3
  • Pastikan Anda minum pil Anda di waktu yang sama setiap hari dan jangan melewatkan minum satu butir pil pun
  • Jika tak ada kemajuan setelah 3 bulan, hubungi dokter Anda untuk meminta penggantian pil atau memberikan alternatif lain

3. Terlambat haid

  • ini bisa jadi karena perubahan hormon, kondisi tiroid, stres berat atau penyakit yang parah
  • lakukan tes kehamilan jika Anda mengalami terlambat haid atau jika darah haid Anda tidak keluar sebanyak biasanya dan hubungi dokter

4. Sakit kepala

  • sakit kepala ringan biasa terjadi
  • jika Anda mengalami sakit kepala baru atau berat atau sakit kepala yang berkaitan dengan gejala mata, Anda harus segera kunjungi dokter Anda

 

5. Mual-mual

  • biasanya ringan dan berlangsung selama 3 bulan
  • minumlah pil Anda di malam hari dan bersamaan dengan makanan
  • hubungi dokter jika semakin parah atau tak ada kemajuan

6. Jerawat dan perubahan kulit

  • pada banyak kasus, jerawat sering kali malah bertambah selama Anda meminum pil
  • jika jerawat masih juga tumbuh setelah 3 bulan, hubungi dokter, pill Anda mungkin harus segera diganti dengan yang lain
  • pigmentasi cokelat pada kulit. Ini bisa disebabkan hampir semua jenis pil KB. Dokter Anda mungkin akan mengganti pil Anda.

7. Penambahan berat badan

  • banyak pil KB tidak menyebabkan kenaikan berat badan
  • jika berat badan Anda naik tanpa sebab setelah 3 bulan, minta dokter Anda mengganti pil KB Anda

 

8. Cairan Ms. V

  • sebaiknya kunjungi dokter Anda untuk memeriksa adanya infeksi

9. Perubahan suasana hati

  • jika Anda merasa sedih atau galau, atau merasa depresi, segera hubungi dokter Anda
  • Anda mungkin harus mempertimbangkan metode kontrasepsi tanpa hormon

10. Pengguna lensa kontak

  • pil KB dapat menyebabkan perubahan pada daya penglihatan dan daya adaptasi mata terhadap lensa kontak. Jika itu terjadi pada Anda, segera hubungi dokter spesialis mata

Beberapa jenis pil KB memberi efek samping yang jauh lebih serius. Segera hubungi dokter Anda jika Anda mengalai hal-hal berikut:

  • nyeri dada
  • napas pendek
  • nyeri perut
  • kebas atau mati rasa pada wajah atau tangan dan kaki
  • sakit kepala berat
  • gangguan mata
  • hilang daya penglihatan atau pandangan buram
  • nyeri, bengkak dan kemerahan pada tungkai atau betis

 

Artikel ini telah ditelaah dan disetujui oleh dr. Joyce Sopacua dari Hello Doctor Indonesia

Dapatkan selalu informasi kesehatan terkini lainnya dari Hello Doctor Indonesia. Pastikan juga Anda berlangganan aplikasi Hello Doctor untuk mendapatkan fasilitas konsultasi langsung dengan dokter kompeten dan tepercaya selama 24 jam, kapan saja dan di mana saja. Untuk info lebih lanjut, kunjungi http://www.hellodoctor.co.id atau segera hubungi *500*67# (bagi penggunaTelkomsel) dan *123*767# (bagi pengguna XL).

26 Nov Fakta dan Mitos tentang ingin cepat hamil

Bisakah Hamil Kembali Setelah Disteril?

Posted by | Alat Kontrasepsi, Kehamilan, Kesehatan Wanita, Kesuburan | No Comments

Jawaban dari pertanyaan di atas memang rumit dan panjang untuk dijelaskan! Tapi, memang sudah tugas kami untuk menginformasikannya kepada Anda.

 
Pertama, mari kita lihat pengikatan saluran indung telur (sterilisasi wanita). Prosedur ini dilakukan untuk mencegah kehamilan. Ada dua saluran indung telur (tuba fallopi) di dalam rahim: pada akhir saluran ini, sel telur wanita menunggu sperma untuk dibuahi. Pada pengikatan saluran indung telur atau ligasi tuba fallopi, kita hanya memblokir saluran ini, sehingga sel telur dan sperma tidak bisa bertemu. Kita melakukan hal ini dengan cara:

 
• Menutup saluran dengan klip atau cincin
• Pembakaran (cauterizing) saluran indung telur sehingga menjadi tersumbat dengan jaringan parut
• Pemotongan saluran indung telur dan kemudian diikat dengan erat

 
Prosedur yang diklasifikasikan sebagai metode KB (kontrasepsi) permanen tersebut biasanya sulit untuk bisa dikembalikan ke normal dan sering kali tidak sukses pula.

 
Jadi apa yang terjadi jika Anda sudah disteril dan kini ingin bisa hamil kembali? Apakah kondisi bisa dikembalikan seperti semula? Ya, bisa saja, tapi keberhasilan tergantung pada banyak faktor:

 
• Usia Anda (semakin tua Anda, semakin kecil keberhasilan untuk bisa hamil lagi)
• Jenis pengikatan saluran indung telur yang Anda memiliki (yang disegel dengan klip biasanya lebih mudah dibuka kembali)
• Kesehatan organ reproduksi Anda (ovarium, uterus, panjang tuba fallopi yang tersisa, apa Anda pernah menderita PID atau Pelvic Inflammatory Disease (Penyakit Radang Panggul) sebelumnya atau endometriosis, dll)
• Waktu, karena Anda memiliki prosedur (semakin awal Anda lakukan, semakin mudah. Jadi, jangan sia-siakan waktu!)

 
Berhasilkah kehamilan Anda sebelum prosedur sterilisasi?
Jika dokter Anda merasa Anda mendapat peluang yang cukup bagus untuk bisa hamil kembali, Anda akan perlu mendapat sejumlah tes yang dilakukan sebelum tes darah reversal, USG rahim dan ovarium misalnya. Pasangan Anda juga akan perlu menjalani tes jumlah sperma. Semua ini dilakukan demi melihat apakah akan ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi kemampuan Anda untuk kembali hamil.

 
Setelah sterilisasi dikembalikan, di tingkat keberhasilan umum untuk kehamilan yang sehat adalah antara 40-80% dan kesempatan terbaik adalah pada tahun pertama.

 
Risiko: Kehamilan di luar rahim
Tentunya, setiap tindakan memiliki risikonya masing-masing. Karena saluran indung telur telah rusak dalam operasi pertama, kemungkinan setelah dokter memperbaiki saluran indung telur, masih ada beberapa celah di sebagian tempat. Ini berarti telur yang telah dibuahi bisa saja terlepas dari rahim, mengakibatkan kehamilan terjadi di luar rahim – ini adalah kondisi serius yang dapat mengancam jiwa!

 
Apakah ada pilihan lain?
Kabar baiknya, ya, ada! In-Vitro Fertilization (IVF) atau program bayi tabung dapat menjadi alternatif cara di atas. Prosesnya, ketika sel telur dibuahi oleh sperma di luar rahim di laboratorium dan kemudian ditempatkan langsung ke dalam rahim Anda untuk berkembang. Ini berarti sperma tidak harus masuk melalui saluran indung telur yang rusak – tidakkah ilmu kedokteran sekarang begitu mengagumkan?

 
Tapi, jangan salah. Program bayi tabung pun memiliki beberapa risiko sendiri, sehingga akan lebih baik bagi Anda untuk berkonsultasi langsung dengan dokter tentang solusi apa yang terbaik bagi Anda dan pasangan.

 
Diterjemahkan dari artikel yang ditulis oleh Dr Lynelle Hoeks (Hello Doctor Afrika Selatan)

 
Artikel ini telah ditelaah dan disetujui oleh dr. Joyce Sopacua dari Hello Doctor Indonesia

 
Anda dan pasangan sedang menanti kehadiran jabang bayi si buah hati? Segera daftar Tips Sehat BABY sekarang juga. Dengan biaya Rp330/SMS Anda akan mendapat 2 SMS per hari. Hubungi *500*67# dan pilih Tips Sehat Ingin Hamil atau ketik: REG BABY kirim ke 96768 (untuk pelanggan Telkomsel).

 
Dapatkan selalu informasi kesehatan terkini lainnya dari Hello Doctor Indonesia. Pastikan juga Anda berlangganan aplikasi Hello Doctor untuk mendapatkan fasilitas konsultasi langsung dengan dokter kompeten dan tepercaya selama 24 jam, kapan saja dan di mana saja. Untuk info lebih lanjut, kunjungi http://www.hellodoctor.co.id atau segera hubungi *500*67# (bagi pelanggan Telkomsel)

Tidak memiliki aplikasi Hello Doctor? Jangan sampai ketinggalan! Unduh aplikasi sekarang!